Skor TKA SMA 2026 Berubah?

Oleh

Humas SMA Negeri 6 Tangerang

Skor TKA SMA 2026 Berubah?

TANGERANG — Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menerapkan penyesuaian skala penilaian pada Tes Kemampuan Akademik (TKA). Jika pada jenjang pendidikan dasar (SD dan SMP) rentang penilaian tetap menggunakan skala persentil sederhana 0 hingga 100, untuk jenjang SMA/SMK/MA sederajat kini menggunakan rentang skala 200 hingga 800 per mata uji.

Penerapan standar skala 200–800 ini dirancang untuk memberikan pemetaan kemampuan akademis peserta didik yang lebih presisi, komprehensif, serta adil melalui pengolahan statistik yang tervalidasi secara nasional.

Mengapa Menggunakan Skala 200–800?

Perubahan dari penilaian standar puluhan (0–100) menjadi skala ribuan (200–800) memiliki beberapa fungsi strategis:

  • Distribusi Nilai Lebih Halus: Memberikan pembeda (discriminating power) yang lebih rinci antar-peserta didik, sehingga tingkat keunggulan akademis siswa terpotret secara objektif.
  • Validator Nilai Rapor: Menjadi acuan validasi kognitif nasional yang dapat menyelaraskan variasi standar penilaian antar-sekolah secara setara.
  • Standarisasi Nasional: Memudahkan pembacaan posisi capaian siswa di tingkat nasional berdasarkan kategori kemampuan yang terukur.

Empat Kategori Capaian Hasil TKA Jenjang SMA/SMK

Dalam hasil sertifikat/laporan TKA, angka skor mentah yang dikonversi ke skala 200–800 dibagi menjadi empat kelompok kategori capaian:

  1. Kurang: Memerlukan pendampingan dan penguatan kompetensi dasar.
  2. Memadai: Telah memenuhi standar penguasaan materi minimal.
  3. Baik: Menguasai materi dengan tingkat pemahaman yang solid.
  4. Istimewa: Memiliki penguasaan materi yang amat mendalam (Skor minimum 725,00 ke atas pada jenjang SMA/SMK).

Implikasi Bagi Siswa SMAN 6 Tangerang

Dengan skema penilaian ini, siswa SMA Negeri 6 Tangerang diimbau untuk tidak hanya mengejar angka, melainkan fokus pada pemahaman konsep dasar dan kemampuan penalaran di setiap mata pelajaran. TKA bukan merupakan syarat tunggal kelulusan, melainkan alat ukur mutu dan pemetaan potensi akademik yang sangat berguna untuk landasan evaluasi pembelajaran serta portofolio diri.

Related Post